thumbnail

Puncak acara selamatan desa ketah


Download
Ketah-Suboh, Puncak acara selamatan desa ketah, yang di hadiri oleh Camat Suboh Drs. Budi Hartono dan instansi terkait di wilayah kecamatan suboh diawali dg khotmil qur'an serentak dan dipungkasi dg haul serta pengajian umum bersama Gus Oong dg kelompok perkusinya.

thumbnail

SEJARAH DESA KETAH KEC. SUBOH KAB. SITUBONDO JATIM


Download
DESA KETAH KEC. SUBOH

Gambaran Umum Desa Ketah adalah merupakan gambaran secara utuh tentang kondisi desa. Data-data yang disusun mengambil dari semua data yang tersedia dan bisa didapatkan.
Data yang dipakai untuk menggambarkan situasi atau keadaan dalam gambaran umum memakai data hasil survey sekunder yang disebarkan kepada Kepala Dusun, Kepala Rukun Tetangga. Data hasil survey akan memunculkan perbedaan dengan data yang ada di pemerintahan desa. Data yang ada di pemerintahan desa di cek ulang dengan data hasil survei yang merupakan data aktual dan kemudian analisa guna mendapatkan data yang lebih akurat.
Gambaran Umum Desa berisikan antara lain kondisi geografis, perekonomian desa, keadaan statistik sosial budaya desa, deskripsi dan statistik sarana prasarana desa dan deskripsi statistik pemerintahan secara umum.

2.1. Sejarah Desa Ketah
2.1.1 Asal Usul Desa
Di masa silam, daerah Situbondo merupakan daerah penting di pantai utara bagian timur pulau Jawa. Sebab di kawasan itu terdapat pelabuhan-pelabuhan penting seperti Panarukan, Kalbut dan Jangkar. Bahkan kota Panarukan pada abad ke-14 merupakan salah satu pangkalan penting bagi kerajaan Majapahit. Di Panarukan sudah berdiri kerajaan Keta (nama itu abadi sebagai desa Ketah di kecamatan Suboh, Situbondo - pen). Untuk merebut Keta - sebagaimana dituturkan dalam Negarakretagama pupuh XLIX/3 – Majapahit melakukannya dengan kekuatan senjata.
Pada perempat akhir abad 16, menurut catatan sejarah daerah Situbondo tepatnya di sekitar Demung dan Ketah telah dijadikan ajang pertempuran akibat pertarungan antar kepentingan kelompok yang bersengketa dalam upaya merebut kekuasaan Mataram dari Amangkurat I. Dalam pertempuran itu, kekuatan Mataram yang berada di bawah perintah Amangkurat I berhadapan dengan pejuang Makassar yang secara rahasia berada di bawah perintah Adipati Anom, putera mahkota.
Menurut catatan Belanda dalam Daghregister 25 Januari 1674, Demung dekat Panarukan telah dijadikan benteng pertahanan oleh pasukan Makassar di bawah pimpinan Karaeng Bonto Marannu. Sejak Oktober 1674, orang-orang Makasar itu ditengarai telah menjadikan Demung sabagai tempat tinggalnya.
Pangeran Adipati Anom - putera mahkota Amangkurat I - yang mengincar kedudukan ayahandanya, rupanya telah menjalin hubungan rahasia dengan pimpinan warga Makassar di Demung yakni Karaeng Bonto Marannu. Dalam hubungan itu, terjalin pula sedikit hubungan antara orang-orang Makassar dengan Madura. Ini dikarenakan, Pangeran Adipati Anom juga menjalin hubungan rahasia dengan menantu Panembahan Rama yakni Trunojoyo dari Madura. Tetapi hubungan kedua kelompok itu tidak menjadi akrab dan tidak berlangsung lama pula. Itu disebabkan oleh kepentingan masing-masing terlalu banyak berbeda (De Graaf,l987).
Dalam catatan sejarah diketahui bahwa orang-orang Makassar di akhir 1674 dari pangkalannya di Demung telah melakukan penyerangan ke kota-kota di sepanjang pantai utara Jawa Timur. Kota pelabuhan Gerongan yang merupakan pelabuhan beras, misalnya, dalam waktu singkat dikuasainya. Mereka bahkan membunuh awak perahu milik warga Batavia Struys. Anehnya, para pejabat Mataram di kawasan pantai utara tak menunjukkan reaksi melihat daerahnya dilanda kerusuhan.
Menurut De Graaf (l987) Pangeran Adipati Anom rupanya telah memberikan perintah agar para pejabat Jawa tidak mengambil tindakan terhadap orang-orang Makassar yang melakukan penyerangan dan perampasan itu. Kepatuhan para penguasa setempat -- yakni bupati-bupati di daerah Surabaya dan Gresik -- atas perintah Pangeran Adipati Anom itu ternyata berakibat fatal. Sebab Sunan Amangkurat I kemudian memerintahkan agar para pejabat itu dibunuh
Sejarah memang mencatat bahwa dalam proses suksesi atas kekuasaan Amangkurat I itu, telah terjadi berbagai macam rekayasa politik yang mengorbankan nyawa rakyat kecil yang terombang-ambing oleh ketidak-pastian angin kekuasaan.
Para pejabat daerah setingkat bupati dihadapkan pada pilihan untuk patuh pada dua jalur perintah yang bertolak-belakang yakni perintah dari putera mahkota dan perintah sunan.  Akibat dari manuver politik yang makin lama makin transparan itu, Pangeran Adipati Anom pada gilirannya dituduh mau merebut kekuasaan selagi ayahandanya masih berkuasa. Karena itu, ia dibenci oleh Sunan yang sudah tua itu, dan adiknya Pangeran Singasari ditetapkan sebagai pengganti ayahnya. Pangeran Puger dan Pangeran Sampang, memang telah menyatakan dukungan terhadap Pangeran Adipati Anom sebagai pengganti ayahnya, tetapi banyak pangeran lain yang bersumpah akan mendukung keputusan Sunan.
Kekisruhan situasi akibat proses suksesi dewasa itu berlangsung di mana-mana. Kekacauan yang pecah di pedalaman Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah, dikendalikan oleh Trunojoyo yang berpangkalan di Kediri. Sedang kekacauan di pantai utara Jawa Timur dan sebagaian Jawa Tengah dikendalikan oleh orang-orang Makassar di bawah Karaeng Bonto Marannu, Karaeng Galesong, Karaeng Tallo, dan sebagainya.
Menurut Jonge (dalam De Graaf, 1987) Sunan Amangkurat I yang marah karena merasa dikhianati putera mahkota itu mengirimkan 100 perahu perang ke Demung dengan membawa pasukan ribuan orang. Pasukan dipimpin Raden Prawirataruna dan Rangga Sidayu. Kekuatan laut Mataram itu kemudian bergabung dengan armada Belanda pimpinan Jan Franszen. Dan antara 17 - 24 Mei 1676 terjadi pertempuran antara pasukan Jan Franszen dengan pasukan Makassar di Demung. Sedang pasukan Rangga Sidayu bertempur di Keta. Namun dalam serbuan itu, pihak Mataran mengalami kehancuran dan panglima-panglima perangnya tewas dengan cara mengenaskan.
Rekayasa yang dilakukan oleh Pangeran Adipati Anom untuk merebut kekuasaan ayahandanya itu pada akhirnya memang berhasil sukses. Sebab setelah terjadi kerusuhan-kerusuhan di berbagai daerah yang akhirnya marak ke ibukota Mataram hingga Amangkurat I yang rambutnya sudah penuh uban itu mengungsi dan kemudian mati di Wanayasa tepatnya di Tegalwangi sebagaimana ditulis dalam Babad Tanah Jawi, maka Pangeran Adipati Anom diangkat menjadi raja Mataram. Namun dalam catatan Valentijn (dalam De Graaf, 1987) disebutkan bahwa untuk mempercepat matinya Sunan Amangkurat I dalam pengungsian itu, putera mahkota yakni Pangeran Adipati Anom telah memberikan sebutir pil.
Terlepas dari keberhasilan Pangeran Adipati Anom dalam melakukan rekayasa untuk merebut kekuasaan dari ayahnya, yang jelas akibat dari rekayasa itu adalah kehancuran daerah di sekitar Demung dan Ketah akibat perang dan kerusuhan. Bahkan tidak terhitung berapa jumlah korban yang harus mati dalam rekayasa itu. Yang jelas, korban itu umumnya adalah rakyat pedesaan dan prajurit-prajurit rendahan.
Berdasar uraian di muka, terdapat suatu petunjuk bahwa masyarakat di kawasan ini (Desa Ketah) adalah komunitas yarg sangat fanatik terhadap agama yang dianutnya, sekaligus memiliki kecenderungan nativis yakni enggan menerima pengarah dari luar yang tidak sesuai dengan budaya mereka yang heroik yang terbentuk oleh latar sejarah mereka yang penuh diwarnai peperangan dan rekayasa politik.

2.1.2. Sejarah Pemerintahan Desa
Pemerintahan Desa Ketah merupakan satu pemerintahan yang ada sejak jaman kerajaan. Sesuai dengan perkembangan keadaan dan kondisi masyarakat maka wilayah pemerintahan terdiri atas 4 dusun, yaitu Dusun Mandagin, Dusun janti, Dusun Ketah dan Dusun Pesisir .
Secara administratif pemerintahan Desa Ketah belum ada kejelasan sejak tahun berapa terbentuk. Secara Historis Pangeran Adi pernah memimpin Pemerintahan  yang merupakan utusan Raja Keraton Situbondo. Pada saat itulah penduduk/masyarakat mulai diajak bermusyawarah mengenai tata cara membangun serta mengubah/merubah 4 (empat) perkampungan menjadi satu desa. Karena masih terkait sejarah maka diberi nama Desa Ketah. Pada kepemimpinannya mulai dibuka jalan utama yang pada saat ini menjadi jalan nasional.
Berdasarkan data yang kami temukan, yang pernah menjabat Kepala Desa Ketah adalah sbb :
1.      Periode  .....s/d 1946 dijabat oleh P. ASTI (DJOGO TRUNO) ;
2.      Periode 1946 s/d 1950 dijabat oleh PINA ;
3.      Periode 1950 s/d 1960 dijabat oleh RAMLA (DJOGO MULYO) ;
4.      Periode 1960 s/d 1971 dijabat oleh SUDARMI ;
5.      Periode 1971 s/d 1990 dijabat oleh HALILUDDIN ;
6.      Periode 1990 s/d 2007 dijabat oleh H. YULIANTO ;
7.      Periode 2007 s/d 2013 dijabat oleh DIDIK SUDARMANTO ;
8.      2013 s/d sekarang dijabat oleh ERWIN SHOLEH .

2.1.3. Sejarah Pembangunan Desa
Pembangunan Sarana dan Prasana di Desa Ketah terus berkembang dari tahun ke tahun. Peningkatan jalan desa, pembangunan tangkis sungai, pembangunan lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai tingkat menengah atas, Saluran Irigasi pertanian, Draenase, Polindes, Usaha Tambak baik tradisional maupun Modern dll merupakan contoh perkembangan pembangunan di Desa Ketah

2.2. Kondisi Geografis Desa Ketah
a.  Luas Wilayah                                          :   368  Ha.
b.  Batas Wilayah                                         :
-  Sebelah Utara                                             :   Selat Madura
-  Sebelah Timur                                             :   Desa Buduan
-  Sebelah Selatan                                           :   Desa Dawuhan dan Desa Jetis
-  Sebelah Barat                                              :   Sungai Deluwang dan Desa Demung

c.  Jumlah Tanah terdiri dari :
-  Tanah sawah irigasi tekhnis                        :   281,6      Ha.       
-  Tanah sawah setengah tekhnis                    :     -.                        
-  Tanah Kas Desa                                          :     40,246  Ha.        
-  Tanah tegal / lading                                    :     3,000    Ha.         
-  Tanah Pemukiman Umum                          :   38,000    Ha.        
-  Tanah hutan rakyat                                     :     -            Ha.
-  Tanah Perkantoran                                      :       1,000  Ha.
-  Tanah sekolahan                                         :       2,000  Ha.
-  Tanah Jalan                                                 :       2,000  Ha.                                
 -  Tanah industri                                            :       -           Ha.
-  Tanah Kuburan                                           :       2,000  Ha.
-  Tanah lain-lain                                            :      39,000 Ha.
  d.  Jumlah Dusun, RW dan RT
  Jumlah Dusun di Desa Ketah  ada 4 Dusun, 11 RW dan 32 RT yaitu
  1.  Dusun Mandagin                                    :   Terbagi menjadi  3 RW dan   9 RT.
  2.  Dusun Janti                                             :   Terbagi menjadi  3 RW dan   8 RT.
  3.  Dusun Ketah                                           :   Terbagi menjadi  2 RW dan   6 RT.
  4.  Dusun Pesisir                                          :   Terbagi menjadi  3 RW dan   9 RT.

2.3. Perekonomian Desa
Kegiatan Sosial Ekonomi masyarakat Desa Ketah yang merupakan pendukung utama terhadap perkembangan perekonomian masyarakat dan menjadi salah satu usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Kegiatan ekonomi yang berkembang di Desa Ketah di pengaruhi oleh kegiatan sosial keagamaan yang sebagian besar diikuti oleh unsur pemuda, tokoh agama, kaum perempuan dan lain-lain dan dapat dijadikan wahana transfer pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berkesinambungan, sehingga diharapkan dapat menjadi embrio bagi kelanjutan pembangunan Desa Ketah.
Adapun sarana prasarana pendukung kegiatan ekonomi yang ada di Desa Ketah diantaranya :
1. Koperasi Unit Desa                                                     :   1 Unit
2. Koperasi Nelayan dan Tempat Pelelangan Ikan          :   1 Unit
3. Koperasi Wanita                                                          :   1 unit
3. Kelompok Simpan Pinjam                                           :   10 Kelompok
4. Usaha Tambak Tradisional                                          : 50 Unit
5. Usaha tambak Modern                                                            :   3 Unit
5. Usaha Angkutan                                                          : 16 Unit
6. Industri Rumah Tangga/Jahit/Meubel                         :   6 Unit
7. Perdagangan/Toko/Kios/Warung                                : 68 unit
8. Kelompok Tani                                                            :   3 Kelompok
9. Kelompok Perikanan                                                   :   1 Kelompok
10. Usaha Jasa Service Sepeda Motor                             :   3 Unit
11. Usaha Jasa Service Elektonika                                  :   4 Unit

2.4. Sosial Budaya
2.4.1.      Demografis/Kependudukan
Berdasarkan Data sampai dengan Oktober tahun 2015, data demografis Desa Ketah sbb ;
               1.  Jumlah Penduduk
                     -  Laki-laki                                        :   2.143  Jiwa
                     -  Perempuan                                    :   2.090  Jiwa
                        Jumlah                                           :   4.233  JIwa
               2.   Angkatan Kerja Menurut Tingkat Pendidikan
                     - Jumlah angkatan kerja tidak tamat SD/Sederajat                       :   223  orang
                     -  Jumlah angkatan kerja tamat SD/Sederajat                               : 1.703 orang
                     - Jumlah angkatan kerja tamat SLTP/Sederajat                            :    541 orang
                     - Jumlah angkatan kerja tamat SLTA/Sederajat                           :    328 orang
                     - Jumlah angkatan kerja tamat Diploma                                        :      36 orang
                     - Jumlah angkatan kerja tamat Perguruan Tinggi                          :      28 orang 

 Data Sekunder yang dilakukan pada bulan Oktober 2015 berkaitan dengan data penduduk pada saat itu, terlihat dalam Tabel 2.1 berikut ini :
Tabel 2.1.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Desa Ketah Tahun 2015

No
Jenis Kelamin
Jumlah
Prosentase (%)
1
Laki-laki
2143
50,62%
2
Perempuan
2090
49,38%
Jumlah
4233
100%
Sumber : Data Survey Sekunder Desa Ketah Kecamatan Suboh,


a.      Jumlah Penduduk Menurut Golongan Usia dan Jenis Kelamin
Agar dapat mendiskripsikan lebih lengkap tentang informasi keadaan kependudukan di Desa Ketah dilakukan identifikasi jumlah penduduk dengan menitik beratkan pada klasifikasi usia dan jenis kelamin. Sehingga akan diperoleh gambaran tentang kependudukan di Desa Ketah yang lebih komprehensif. Untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan deskripsi tentang jumlah penduduk di Desa Ketah berdasarkan pada usia dan dan jenis kelamin secara detail dapat dilihat tabel 2.2. berikut ini:
Tabel 2.2.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Struktur Usia
Desa Ketah Tahun 2015

No
Usia ( Tahun )
Laki-Laki
Perempuan
Jumlah
Prosentase
1
0 – 4




2
5 – 9




3
10 – 14




4
15 – 19




5
20 – 24




6
25 – 29




7
30 – 34




8
35 – 39




9
40 – 44




10
45 – 49




11
50 – 54




12
55 – 59




13
ร˜  60





Jumlah
2143
2090
4233
100,00 %
Sumber : Data Survey Sekunder Desa Ketah Kecamatan Suboh, Oktober  tahun 2015

Dari total jumlah penduduk Desa Ketah, yang dapat dikategorikan kelompok rentan dari sisi kesehatan mengingat usia, yaitu penduduk yang berusia >60 tahun  merupakan jumlah penduduk yang paling banyak 10,36%.
Penduduk usia produktif pada usia antara 20-49 tahun di Desa Ketah jumlahnya cukup signifikan, yaitu 1.092 jiwa atau 48,58% dari total jumlah penduduk. Terdiri dari jenis kelamin laki-laki 23,71% sedangkan perempuan 24,87%.
Dari data tersebut diketahui bahwa jumlah perempuan usia produktif lebih banyak dari jumlah laki-laki. Dengan demikian sebenarnya perempuan usia produktif di Desa Ketah dapat menjadi tenaga produktif yang cukup signifikan untuk mengembangkan usaha-usaha produktif yang bisa dilakukan oleh kaum perempuan. Pemberdayaan usaha perempuan usia produktif diharapkan semakin memperkuat ekonomi masyarakat, sementara ini masih bertumpu kepada tenaga produktif dari pihak laki-laki.

b.      Pertumbuhan Penduduk
Tingkat pertumbuhan penduduk Desa Ketah diambil berdasarkan tingkat pertumbuhan rata-rata penduduk Kecamatan Suboh selama lima tahun rata-rata pertumbuhannya sebesar 5 % (sumber : Kecamatan dalam angka).

2.4.2.      Kondisi Kesehatan Masyarakat
Kesehatan sebagai tolok ukur utama terhadap keberhasilan pembangunan taraf hidup masyarakat Desa Ketah. Berdasarkan data yang ada dimana sarana prasarana kesehatan yang dimiliki oleh Desa Ketah terdiri atas 1 unit Gedung Poskesdes dan 5 unit posyandu, 1 Lembaga Desa Siaga dan 1 Pokja Desa Sehat. Tenaga kesehatan yang ada yaitu 2 tenaga bidan, 2 tenaga perawat (yang langsung di bawah koordinasi Puskesmas) ditambah unsur masyarakat yang merupakan lulusan pendidikan bidang kesehatan (bidan dan perawat) dan dibantu oleh 25 kader kesehatan Posyandu. Mengingat kondisi geografis dan mulai memahaminya masyarakat Desa Ketah terhadap aspek kesehatan, terutama yang berkaitan langsung dengan fisik mereka yang menyangkut kebersihan, dan minimnya fasilitas air bersih maka beberapa penyakit sering terjangkit dimasyarakat dapat ditekan diantaranya : Diare, Gatal-gatal, Muntaber, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

2.4.3.      Pendidikan
Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat kesejahteraan pada umumnya dan tingkat perekonomian pada khususnya. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan yang mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan. Dan pada gilirannya mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru dengan sendirinya dan akan membantu program pemerintah untuk pembukaan lapangan pekerjaan baru guna mengatasi pengangguran. Pendidikan biasanya akan dapat mempertajam sistematika sosial dan pola sosial individu, selain itu mudah menerima informasi yang lebih maju. Di lihat dari Tabel 2.3. yang menunjukkan tingkat rata-rata pendidikan warga Desa Ketah.

Tabel 2.3.
Jumlah Penduduk Tamat Sekolah Berdasarkan Jenis Kelamin
Desa Ketah Tahun 2015.

No
Pendidikan
L
P
Jumlah
Prosentase (%)
1
Belum/Tidak Sekolah




2
Tidak Tamat SD




3
Tamat SD




4
Tamat SLTP




5
Tamat SLTA




6
Diploma I/II




7
Akademi/Diploma III




8
Diploma IV/Strata I




9
Strata II




Jumlah




Sumber : Data survey sekunder Desa Ketah Kecamatan Suboh, Oktober Tahun 2015

Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh menunjukkan bahwa di Pesisir kebanyakan penduduk hanya memiliki bekal pendidikan formal pada level  tidak tamat pendidikan dasar 36,57% dan Pendidikan Menengah SLTP dan SLTA 23,57%. Sementara yang dapat menikmati pendidikan di Perguruan Tinggi hanya 2,40%.
Dari data di tabel, diketemukan fakta yang menarik yaitu jumlah laki-laki terdidik prosentasenya lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan, dalam prosentasenya laki-laki terdidik sebesar 31,81% sedangkan perempuan 30,74 %
Proporsi perempuan dapat mengenyam pendidikan berdasarkan jenis kelamin dibandingkan dengan dengan total jumlah penduduk yang tercatat di bulan Januari 2015 adalah sebagai berikut : Perempuan Tamat SD 19,22%; SLTP 7,03%; SLTA 3,69%;. Sementara perempuan yang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi lebih sedikit dibandingkan laki-laki yaitu 0,80% berbanding 1,60%. Apabila dibandingkan dengan jumlah masing-masing jenis kelamin yang mendapatkan pendidikan, maka yang dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi adalah sebagai berikut : laki-laki 31,81% dan perempuan  30,74%.
Seperti yang ditampilkan dalam pembahasan sebelumnya yaitu jumlah penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin, tercatat jumlah perempuan usia produktif antara 20-49 tahun ada 48,58% dari jumlah total penduduk 2.248 jiwa. Dari jumlah tersebut yang tamat SLTA dianggap usia terendah 20 tahun berjumlah 9,25%.

2.4.4.      Mata Pencaharian
Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Ketah dapat teridentifikasi ke dalam beberapa bidang pencaharian seperti : Petani, Buruh Tani, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Karyawan Swasta, Perdagangan, Pedagang, Pensiunan, Transportasi, Konstruksi, Buruh Harian Lepas, Guru, Nelayan, Wiraswasta yang secara langsung maupun tidak langsung telah memberikan konstribusi terhadap perkembangan perekonomian masyarakat Desa Ketah. Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada tabel 2.4.

Tabel 2.4.
Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Desa Ketah Tahun 2015.

No
Macam Pekerjaan
L
P
Jumlah
Prosentase (%) dari Jumlah Total Penduduk
1
Petani/Pekebun
1223



2
Buruh Tani
525



3
Pegawai Negeri Sipil
18



4
Karyawan Swasta
1



5
Perdagangan
81



6
TNI/ POLRI
2



7
Pensiunan
43



8
Transportasi
27



9
Konstruksi
52



10
Buruh Harian Lepas
146



11
Guru
89



12
Nelayan
1025



13
Wiraswasta
16



Jumlah




Sumber : Data survey Potensi Ekonomi Desa Ketah, Oktober  Tahun 2015

Berdasarkan data tersebut diatas teridentifikasi, di Desa Ketah jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian adalah 43,15%. Dari jumlah tersebut, kehidupan penduduk yang bergantung pada sektor pertanian yaitu 27,93% dari jumlah total  penduduk.
Jumlah ini terdiri dari Petani terbanyak dengan 64,43% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 27,80% dari jumlah total penduduk.
Selain sektor mata pencaharian yang diusahakan sendiri, penduduk Desa Ketah ada yang bekerja sebagai aparatur pemerintahan, pegawai perusahaan swasta yang merupakan alternatif pekerjaan selain sektor Pertanian.

2.4.5.      Kesejahteraan Masyarakat
Dengan semakin berkembangnya jumlah penduduk secara otomatis juga dituntut terpenuhinya tingkat kesejahteraan masyarakat yang terdiri atas kesejahteraan sosial, tenaga kerja dan pemberdayaan perempuan.
Secara umum pelayanan dan penanganan kesejahteraan sosial masyarakat melalui program-program bantuan secara langsung maupun dengan kegiatan program pemberdayaan masyarakat dan perempuan telah banyak disampaikan oleh pemerintah kepada masyarakat.
Program bantuan langsung dari pemerintah daerah maupun pusat diantaranya Program beras untuk keluarga miskin (Raskin), Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Jalan lain menuju kesejahteraan rakyat (Jalinkesra), Sedangkan Program bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat dan perepuan diantaranya : Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu Taskin), Program Pemberdayaan Program Pembangunan Prasarana dan Sarana Desa Tertinggal (P3DT), Program Pengembangan Kecamatan (PPK), Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP), Pengembangan Usaha Agrobisnis Pertanian (PUAP).
Besarnya usia produktif  yang ada di Desa Ketah yaitu 1.092 jiwa merupakan potensi tenaga kerja yang cukup untuk dikembangkan, dan sebagian besar usia produktif tersebut merupakan tenaga tidak terampil yang butuh pembinaan lebih lanjut sesuai dengan bidang yang ditekuni.
Kegiatan pemberdayaan perempuan lebih cenderung aktif dalam kegiatan perkumpulan kelompok perempuan diantaranya Muslimat NU, Kelompok Wanita Tani (KWT) Asri, PKK Desa, Kelompok Usaha Simpan Pinjam.

2.4.6.      Agama
Dalam perspektif agama, masyarakat di Desa Ketah termasuk dalam kategori masyarakat yang homogeny. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat Pesisir beragama Islam. Secara cultural, pegangan agama ini didapat dari hubungan kekeluargaan ataupun kekerabatan yang kental diantara mereka. Selain itu perkembangan agama berkembang berdasarkan turunan orang tua ke anak ke cucu. Hal inilah membuat Islam mendominasi agama di Desa Ketah.
Informasi yang diperoleh melalui wawancara mendalam dari tokoh-tokoh tua, bahwa selama ini pola-pola hubungan antar masyarakat masih banyak dipengaruhi oleh kultur organisasi Islam, Seperti Nahdatul Ulama (NU).

Tabel 2.5.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama
Desa Ketah Tahun 2015

No
Agama
L
P
Jumlah
Prosentase (%)
1
Islam
2134
2083
4217
99,6 %
2
Katholik
9
7
16
0,4 %
3
Kristen




4
Hindu




5
Budha




Jumlah
2143
2090
4233
100%
Sumber : Data survey sekunder Desa Ketah Kecamatan Suboh, Oktober Tahun 2015

Dari tabel 2.5. tersebut dapat dilihat bahwa jumlah penduduk Desa Ketah sebagian besar beragama Islam.
Islam sebagai agama mayoritas mendominasi seluruh Dusun yang ada Di Desa Ketah.

2.4.7.      Pemuda dan Olah Raga
Upaya peningkatan kualitas generasi muda yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, patriotik, demokratis dan mandiri, memiliki kepekaan dan kepedulian sosial, mempunyai minat dan semangat kewirausahaan, berdaya saing dan unggul dalam berprestasi, mampu mengaktulisasikan segala potensi, bakat, dan minatnya serta terhindar dari bahaya destruktif.
Dalam usaha peningkatan kualitas generasi muda andil pemerintah desa sangat diperlukan dalam usaha memperlancar dan mempermudah para pemuda usia kerja tidak menjadi pengangguran sekaligus mendorong generasi muda untuk menjadi wirausahawan baru, jika ini terjadi maka yang berkembang bukan kecenderungan mencari lapangan kerja melainkan sebaliknya, justru akan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Salah satu usaha menumbuhkan budaya berprestasi di bidang olahraga dan jiwa kewirausahaan di masyarakat yaitu melalui pendidikan dimasyarakat dengan sarana dan prasarana olah raga serta kegiatan kepemudaan yang ada.
Kegiatan pemuda yang ada di Desa Ketah diantaranya kegiatan, Persatuan Sepak Bola Desa Ketah, Ikatan Remaja Masjid, Palang Merah Remaja

2.4.8.      Budaya dan Pariwisata
Prespektif Budaya Masyarakat di Desa Ketah sangat kental dengan budaya Islam. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua desa di Kabupaten Situbondo sangat kuat terpengaruh pusat kebudayaan Islam yang tercermin dari keberadaan Pondok Pesantren-Pondok Pesantren yang ada di Situbondo.
Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang terpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Didalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya Islam.
Perspektif budaya masyarakat di Desa Ketah masih sangat kental dengan budaya ketimurannya. Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Didalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya, Agama Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankan sangat kental dengan tradisi budaya ketimuran.
Tradisi budaya ketimuran sendiri berkembang dan banyak dipengaruhi ritual-ritual agama atau kepercayaan masyarakat sebelum Agama Islam masuk. Hal ini menjelaskan mengapa peringatan-peringatan keagamaan yang ada dimasyarakat, terutama Agama Islam dipeluk mayoritas masyarakat, dalam menjalankannya muncul kesan nuansa tradisinya. Contoh yang bisa kita lihat adalah peringatan tahun baru Hijriyah dengan melakukan do,a bersama dimasjid dan mushalla-mushalla.
Contoh yang lain adalah ketika menjelang Ramadlan masyarakat berbondong-bondong mendatangi kuburan/makam orang tuanya maupun kerabat dan para leluhurnya untuk dibersihkan dan setelah itu melakukan tahlilan bersama dimasjid dan mushalla kemudian makan bersama saat itu juga. Contoh yang lain lagi ketika peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diperingati di masjid-masjid dan mushalla dan ada juga yang diperingati dirumah warga yang kehidupannya sudah diatas cukup. Biasanya pada peringatan ini masyarakat menyediakan berbagai macam hidangan yang berupa buah-buahan dan makanan serta membuat nasi tumpeng dll.
Acara Petik Laut yang merupakan kegiatan mengungkapkan rasa syukur terhadap rejeki yang telah diperoleh juga dikemas dalam bentuk kegiatan Religi dan dipadukan dengan kebudayaan tradisional yang ada di tengah-tengah masyarakat.
Secara individual didalam keluarga masyarakat Desa Ketah, tradisi ketimuran dipadu dengan Agama Islam juga masih tetap dipegang. Tradisi ini dilakukan selain sebagai kepercayaan yang masih diyakini sekaligus digunakan sebagai media untuk bersosialisasi dan berinteraksi di masyarakat. Misalkan, tradisi mengirim do’a untuk orang tua atau leluhur yang dilakukan dengan mengundang para tetangga dan kenalan yang istilah populernya diberi nama KOULEMAN / KONDANGAN. Kolonan ini biasanya dilakukan mulai dari satu sampai tujuh harinya keluarga yang ditinggal mati, yang disebut TAHLILAN. Selanjutnya hari ke empat puluh/pa’pholo, hari ke seratus/nyatos dan seribu harinya/nyebuh perhitungan tanggal kegiatan menggunakan penanggalan jawa.
Bersyukur kepada Allah SWT, karena dikaruniai anak pertama pada tradisi masyarakat Desa Ketah juga masih berjalan disebut PELET BETTENG ketika kandungan ibu menginjak usia 7 bulan dimana suami istri keluar secara bersamaan kehalaman rumah untuk dimandikan kembang dengan memakai cewok dari batok kelapa dan pegangannya memakai pohon beringin kemudian setelah selesai cewok tersebut dilempar keatas genting oleh mbah dukunnya, jika posisi cewok tersebut terlentang maka ada kemungkinan anaknya perempuan, tetapi jika posisinya sebaliknya maka diyakini kalau anaknya akan lahir laki-laki.
Tetapi yang harus diwaspadai adalah muncul dan berkembangnya pemahaman keyakinan terhadap agama ataupun kepercayaan tidak berakar dari pemahaman terhadap tradisi dan budaya masyarakat yang sudah ada. Hal ini mulai mengakibatkan munculnya kerenggangan sosial dimasyarakat dan gesekan antara masyarakat. Meskipun begitu sudah ada upaya untuk mengurangi gesekan yang ada di masyarakat dengan cara persuasif.
Aspek pemberdayaan masyarakat (Community Empowering) masyarakat local merupakan prioritas dalam pengembangan sosial budaya yang ada di masyarakat. Proses pemberdayaan masyarakat yang utama adalah mengembangkan dan mempertahankan setiap partisipatif masyarakat dalam proses pembangunan.
Pengembangan pariwisata di wilayah Desa Ketah masih belum memanfaatkan potensi sumber daya alam setempat. Sedangkan potensi yang ada dan berpeluang dikemangkan sebagai obyek wisata adalah wisata alam pesisir dan hutan konservasi/hutam bakau.

2.4.9.      Dinamika Politik
Seiring dengan perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam dinamika politik, memang mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Jabatan Kepala Desa sejak lama ditentukan dengan cara dipilih secara langsung oleh masyarakat Desa Ketah. Biasanya bagi para calon Kepala Desa yang akan ikut pemilihan adalah orang yang punya kaitan dengan elit lama desa tersebut, missal anak kepala desa terdahulu atau turunan dan keluarga. Hal ini tidak terlepas dari anggapan masyarakat banyak desa-desa bahwa jabatan Kepala Desa adalah jabatan garis tangan keluarga-keluarga tersebut. Ini yang biasa disebut Pulung –dalam khasanah Jawa bagi keluarga-keluarga tersebut.
Kepala Desa merupakan suatu jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada putra seorang kepala Desa. Kepala Desa dipilih berdasarkan etos kerja, kejujuran  serta kedekatan dengan warga sekitar. Seorang Kepala Desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika seorang kepala desa melakukan hal-hal yang melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Kepala Desa juga bisa diganti jika berhalangan tetap.
Saat ini, siapa saja yang merasa mampu meskipun dari latar belakang apapun asal berani mencalonkan diri, bisa menjadi calon kepala desa, tentu dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundang-undangan yang berlaku. Pilihan jabatan Kepala Desa terakhir yang dilaksanakan pada bulan Desember 2009. Pada pilihan kepala desa saat itu tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi . Tercatat jumlah hak pilih sebanyak 1.516 pemilih, dari jumlah itu sebanyak 1.350 orang menggunakan hak pilihnya dengan dua calon kepala desa yang mengikuti pemilihan tersebut. Pilihan kepala desa bagi masyarakat Desa Ketah bagaikan acara perayaan desa.
Pada tahun yang sama di bulan Juni, warga masyarakat Desa Ketah juga terlibat dalam mengikuti pemilihan Kepala Daerah Provinsi.
Paska semua kegiatan pemilihan situasi kembali berjalan normal, masyarakat tidak terus-menerus tersekat-sekat dalam kelompok-kelompok pilihannya. Hal ini terbukti kehidupan tolong menolong maupun gotong royong maupun gotong royong tetap berjalan dengan baik.
Pola kepemimpinan di Desa Ketah dalam pengambilan keputusan berada di tangan Kepala Desa. Namun semua dilakukan dengan mekanisme yang melibatkan pertimbangan dari masyarakat. Keterwakilan masyarakat ditingkat desa, diwadahi oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai lembaga di tingkat desa. Untuk menjadi anggotanya harus melalui mekanisme pilihan langsung. BPD berfungsi sebagai Badan Perwakilan warga masyarakat desa yang bertugas mirip dengan legislatif. Kebijakan-kebijakan pemerintahan desa harus mendaptkan persetujuan dari BPD. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di wilayah Desa Ketah mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.
Didalam dinamika politik nasional masyarakat Desa Ketah cukup antusias dalam menggunakan hak pilihnya. Masyarakat menggunakan hak pilihnya sesuai dengan pilihan hatinya tanpa ada paksaan. Hal ini bisa dilihat dalam distribusi suara pemilih, hamper semua partai peserta pemilu mendapatkan suara.
Berdasarkan diskripsi dari beberapa fakta-fakta diatas, dapat disimpulkan bahwa Desa Ketah mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat dengan baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan system politik demokratis ke dalam kehidupan politik local. Tetapi minat terhadap politik nasional terlihat kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Pesisir kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.

2.5. Sarana dan Prasarana Desa
2.5.1.      Sosial Ekonomi
Ekonomi merupakan bagian yang sangat berpengaruh bagi pertumbuhan suatu wilayah oleh karena itu di setiap sumber daya alam yang potensial dan dikategorikan sebagai unggulan perlu dikembangkan lebih lanjut dalam sentra-sentra produksi. Adapun unggulan yang potensial dapat dikembangkan di Desa Ketah dan menjadi modal dasar pertumbuhan wilayah adalah : pertanian, perdagangan, peternakan, perikanan laut dan tambak.
Ketersediaan fasilitas-fasilitas sosial ekonomi dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Ketah dapat dilihat dalam tabel. 2.6.
Tabel 2.6.
Jumlah Fasilitas Sosial Ekonomi
Desa Ketah Tahun 2015

No
Fasilitas
Sarana
Jumlah
01
Lembaga Keuangan Mikro
Kopwan
1
Buah


Koperasi
2
Buah
02
Tempat Pelelangan Ikan
Bangunan Semi Permanen
1
Lokal
03
Usaha Jasa
Service Sepeda Motor
3
Lokal


Service Elektronika
4
Lokal


Counter Hp/Pulsa
10
Lokal


Meubel
3
Lokal


Jahit/bordir
3
Unit


Cuci Mobil
1
Lokal
04
Perikanan
Tambak Udang Modern
3
Lokal


Tambak Tradisional
30
Lokal
Sumber : Data survey sekunder Desa Ketah Kecamatan Suboh, Oktober Tahun 2015

2.5.2.      Sosial Budaya
Penyediaan fasilitas-fasilitas dalam rangka meningkatkan, peran, fungsi tatanan kehidupan masyarakat Desa Ketah diantaranya:

Tabel 2.7.
Jumlah Fasilitas Sosial
Desa Ketah Tahun 2015
No
Fasilitas
Sarana
Jumlah
01
Keagamaan
Masjid
5
Buah


Mushalla
42
Buah


Pemakaman
7
Lokal
02
Pendidikan
Paud
4
Lokal


TK
2
Lokal


SD
3
Lokal


SMP
1
Lokal


MA
1
Lokal


Pondok Pesantren
1
Lokal


Lapangan Sepak Bola
1
Unit
03
Kesehatan
Poskesdes
1
Unit


Posyandu
5
Unit
04
Kelembagaan
Balai Desa
1
Unit
Sumber : Data survey sekunder Desa Ketah Kecamatan Suboh, Oktober Tahun 2015

2.5.3.      Transportasi dan Perhubungan
Transportasi merupakan salah satu unsur yang menentukan laju pertumbuhan ekonomi dan sosial pada suatu desa serta dapat mempengaruhi mobilitas informasi dan penduduk dari suatu desa ke desa lain.
Pada tahun 2015 total panjang jalan di Desa Ketah adalah  12,50  Km yang merupakan jalan desa yang menghubungkan antara dusun yang satu dengan dusun yang lain. Sedangkan fungsi jalan yang ada dengan tingkatan arteri primer, lokal sekunder, serta jalan lingkungan. Jalan-jalan tersebut dengan fungsi hubung sebagai berikut :
a.       Jalan Arteri Primer yaitu jalan utama yang menghubungkan antara Desa Ketah (Kecamatan Suboh) dengan wilayah Kabupaten Situbondo, Probolinggo , dan Bondowoso.
b.      Jalan Lokal Primer yaitu jalan yang menghubungkan antara Desa Ketah dengan Desa-desa di Kecamatan Suboh dan Kecamatan Besuki.
c.       Jalan Lingkungan yaitu jalan yang menghubungkan antara perumahan penduduk di dalam satu kawasan pemukiman.

Tabel 2.8.
Sarana dan Prasarana Jalan
Desa Ketah Tahun 2015

No
Jenis Jalan
Panjang
Satuan
1
Jalan Negara Hotmix (Jalan Arteri)
2,000
Km
2
Jalan Hotmix
3,500
Km
3
Jalan Aspal
1,500
Km
4
Jalan Makadam
0,500
Km
5
Jalan Setapak
2,500
Km
6
Jalan Kampung (Paving)/ Rabat
2,500
Km
Jumlah
12,500
Km
Sumber : Data survey sekunder Desa Ketah Kecamatan Suboh, Oktober Tahun 2015

2.5.4.      Telekomunikasi dan Informasi
Masyarakat Desa Ketah sebagian besar untuk kebutuhan telekomunikasi pada saat ini menggunakan Jaringan Telepon Seluler dimana jaringannya sudah merata dan menjangkau kalangan masyarakat paling bawah. Desa Ketah juga merupakan salah satu desa yang mendapatkan program desa berdering

2.5.5.      Pengairan
Untuk mengoptimalkan lahan-lahan pertanian dan penataan irigasi sekaligus untuk mendukung peningkatan produksi pertanian maka sarana prasarana pengairan yang ada di Desa Ketah diantaranya :
Tabel 2.9.
Sarana dan Prasarana Pengairan
Desa Ketah Tahun 2015

No
Sarana dan Prasarana
Jumlah
1
Sungai Tadah Hujan
1
Buah
2
Sumur Pompa
11
Buah
3
Mesin Pompa
11
Buah
4
Jaringan Perpipaan/saluran primer
2000
Meter
5
Pintu pembagi
3
Unit
6
Sumur Pantek
30
unit
               Sumber : Data survey sekunder Desa Ketah, Oktober Tahun 2015

2.5.6.      Drainase dan limbah
Dengan semakin pesatnya perkembangan fisik Desa Ketah maka diperlukan system drainase yang memadai untuk menyalurkan air buangan/limbah keluarga dan air limpahan air hujan ke saluran pembuangan induk. Penyediaan jaringan drainase di Desa Ketah belum memadai dimana sebagian jalan utama masih belum memiliki saluran drainase atau fungsi saluran yang belum sesuai.  Drainase dibedakan menurut kondisinya yaitu drainase permanen, semi permanen dan tidak permanen. Drainase di Desa Ketah termasuk kurang baik, yang langsung dibuang ke aliran sungai yang langsung bermuara ke laut.
Penanganan air limbah yang berasal dari rumah tangga masih belum menggunakan saluran pematusan dan cenderung dibiarkan begitu saja oleh rumah tangga.

2.5.7.      Air Bersih
Untuk kebutuhan air bersih, penduduk Desa Ketah menggunakan air sumur. Untuk pengguna sumber air bersih dapat dilihat pada Tabel 2.9.
Tabel 2.10.
Sarana dan Prasarana Air Bersih
Desa Ketah Tahun 2015

No
Dusun
Pompa
Sumur
1
Mandagin


2
Janti


3
Ketah


4
Pesisir


Jumlah


                  Sumber : Data survey sekunder Desa Ketah, Oktober Tahun 2015

2.5.8.      Energi
Secara keseluruhan mayoritas penduduk Pesisir menggunakan jaringan listrik dari jasa PLN untuk memenuhi sebagaian kebutuhan energi. Untuk mendukung kebutuhan energi rumah tangga juga menggunakan beberapa alternatif energi diantaranya:  minyak tanah, kayu dan gas LPG.

2.6. Pemerintahan Umum
Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW)/Dusun sebagai bagian dari satuan wilayah pemerintahan Desa Ketah memiliki fungsi yang sangat berarti terhadap pelayanan kepentingan masyarakat wilayah tersebut. Terutama berkaitan hubungannya dengan pemerintahan pada level diatasnya. Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat meliputi semua kegiatan pelayanan yang menyangkut semua kepentingan kebutuhan masyarakat.

2.6.1.      Struktur Kepemimpinan dan Pelayanan Publik
Struktur Kepemimpinan Desa Ketah tidak dapat lepas dari struktur administratif pemerintahan pada level diatasnya. Hal ini dapat dilihat dalam bagan dibawah ini:

Sumber : Monografi Desa Ketah Kecamatan Suboh Tahun 2015

Tabel 2.11.
Nama Perangkat Pemerintah
Desa Ketah Tahun 2015
No
Nama
Jabatan
1
ERWIN SHOLEH
Kepala Desa Ketah
2
MUARJA
Sekretaris Desa
3
SRI RUKMINI
Kaur Umum
4
ABDUL BASIT
Kaur Kesra
5
ARNOLD CHICCO W
Kaur Pembangunan
6
HARTININGSIH
Kaur Keuangan
7
ABD RAHMAN SALEH
Modin
8
H. ABDUL MUKTI
Ulu-ulu air
9
SUHAIDA
Kampung Mandagin
10
SUYOTO
Kampung Janti
11
RUBIANTO
Kampung Ketah
12
JADI
Kampung Pesisir
Sumber : Monografi Desa Ketah Kecamatan Suboh Tahun 2015

Tabel 2.12.
Nama Pengurus Badan Permusyawaratan
Desa Ketah Tahun 2015

No
Nama
Jabatan
1
NURUL HUDA
Ketua
2
SIRAJUDDIN
Wakil Ketua
3
HASYIM
Sekretaris
4
AHMAD RIFA`I
Anggota
5
ARYONO
Anggota
6
SUNAN
Anggota
7
FATHORRAHMAN
Anggota
8
CUNG ADIYONO
Anggota
9
EDIYANTO
Anggota
10
RUDI
Anggota
11
MAHFUD
Anggota
Sumber : Monografi Desa Ketah Kecamatan Suboh Tahun 2015

Tabel 2.13
Nama-nama Dusun dan Kepala Dusun
Desa Ketah Tahun 2015

No
Nama
Jabatan
1
SUHAIDA
Kepala Dusun Mandagin
2
SUYOTO
Kepala Dusun Janti
3
RUBIANTO
Kepala Dusun Ketah
4
JADI
Kepala Dusun Pesisir
Sumber : Monografi Desa Ketah Kecamatan Suboh Tahun 2015

Secara umum pelayanan pemerintah Desa Ketah kepada masyarakat cukup memuaskan. Dalam beberapa sesi wawancara langsung dengan masyarakat Desa Ketah yang dipilih secara acak hal ini terungkap bahwa dalam memberikan pelayan pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) dan surat pindah pergi penduduk antar kabupaten belum begitu maksimal karena masih tergantung pada pelayanan satu atap di kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Situbondo. Begitu pula untuk pengurusan surat-surat penting lainnya seperti akte kelahiran dan akte kematian, sehingga secara umum masyarakat terlayani secara baik.
                                  
2.6.2.      Ketentraman dan Ketertiban

Kesiapan masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban dalam sistem pamswakarsa merupakan langkah preventif dan tindakan cepat dalam mengatasi berbagai kondisi rawan untuk mencegah dan memperkecil gangguan serta ancaman terhadap keamanan.